Penyuluhan Kesehatan Mahasiswa AKBID Respati

0

penyuluhan1

Penundaan atau pendewasaan usia perkawinan akan mempengaruhi kesiapan individu terutama kesiapan psikologis, sosial dan ekonomi, dalam memasuki kehidupan perkawinan yang berarti juga akan meningkatkan stabilitas perkawinan sehingga kegagalan perkawinan dapat dihindari (Landis, 1963). Semua bentuk kesiapan ini mendukung individu untuk dapat menjalankan peran baru dalam keluarga yang akan dibentuknya agar perkawinan yang dijalani selaras, stabil dan individu dapat merasakan kepuasan dalam perkawinannya kelak.

Kesiapan psikologis diartikan sebagai kesiapan individu dalam menjalankan peran sebagai suami atau istri, meliputi pengetahuan akan tugasnya masing-masing dalam rumah tangga, dan tidak memilki kecemasan yang berlebihan terhadap perkawinan, akan tetapi menganggap perkawinan sebagai sesuatu yang wajar untuk dijalani. Hal ini sesuai dengan pendapat Landis bahwa individu yang siap secara psikologis untuk menikah akan bersikap flexibel dan adaptif dalam menjalin hubungan dengan orang lain, memandang pernikahan sebagai sebuah fase dalam kehidupan yang akan dapat mendatangkan berbagai persoalan baru yang tentunya memerlukan tanggung jawab lebih besar (Landis, 1963).

Kesiapan secara sosial juga merupakan pertimbangan penting bagi penetapan waktu perkawinan. Penulis berkeyakinan bahwa menunda perkawinan akan memberi manfaat dalam meningkatkan kesiapan individu dalam menjalankan status baru dalam masyarakat sebagai suami atau istri dengan segala konsekuensinya, serta bersedia untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan budaya yang berlainan.

Kesiapan ekonomi pun dianggap merupakan manfaat yang akan diperoleh dari menunda perkawinan. Kesiapan ekonomi berarti individu mampu untuk mandiri, memiliki mata pencaharian yang mantap sehingga mampu memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, dan tidak lagi bergantung pada orang tua. Kesiapan ekonomi juga berarti adanya kemampuan merencanakan dan mengelola keuangan dengan baik. Individu yang menikah pada usia muda akan cenderung bergantung pada orangtua secara finansial maupun emosional.

Yang lebih utama kesiapan dilihat dari segi kesehatan. Penundaan usia perkawinan sampai pada usia dewasa dianggap banyak memberikan keuntungan bagi seorang individu. Perkawinan di usia dewasa akan menjamin kesehatan reproduksi ideal bagi wanita sehingga kematian ibu melahirkan dapat dihindari.

Maka dari itu, dapat disimpulkan manfaat menunda usia perkawinan adalah untuk lebih mematangkan kesiapan individu dalam menjalani pernikahan. Dan hubungannya dengan keharmonisan hidup di dalam berumah tangga sangat erat sekali dengan kesiapan-kesiapan yang harus dimiliki setiap individu tersebut. Kesiapan tersebut seperti yang telah dibahas diatas antara lain kesiapan psikologis, kesehatan, sosial dan ekonomi. Sehingga pada akhirnya dapat membentuk keluarga yang harmonis dan sejatera.

Mengingat pentingnya manfaat dari menunda usia perkawinan, mahasiswi Akademi Kebidanan Respati semester 4 telah melakukan Penyuluhan Kesehatan tentang Penundaan Usia Perkawinan bagi siswa siswi SMA se-Kabupaten Sumedang. Respon siswa siswi SMA tersebut sangat baik. Semoga penyuluhan yang telah dilaksanakan dapat bermanfaat.

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

Your email address will not be published. Required fields are marked *